Pada hari Senin (9 Agustus 2014) di Balai Desa Wijirejo, Pandak, Bantul dilakukan pertemuan tentang rencana kegiatan pembinaan wilayah seni dari LPM Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Kegiatan tersebut dikemas dalam kegiatan Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen).
Tampak pada gambar adalah Tim LPM ISI Yogyakarta yang berencana untuk mengabdikan di wilayah Desa Wijirejo selama satu bulan (9 Agustus s/d 9 September). Seperti dikatakan Edy Subagya sebagai Ka. Bagian Tata Usaha LPM ISI sekaligus sebagai ketua rombongan, P3 Wilson ini dikhususkan untuk pembinaan pada tiga jenis seni di Desa Wijirejo, yaitu: 1) Paguyuban Seni Pek Bung Tri Manunggal Sari, 2) Karawitan SMP N 3 Pandak, dan 3) Pengrajin Batik Wijirejo.
Dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi awal tentang kondisi, permasalahan dan rencana kerja satu bulan ke depan. Hadir dalam pertemuan adalah Dosen/Pembina kegiatan dan 6 (enam) orang mahasiswa yang siap terjun ke lapangan. Desain kegiatan ini direncanakan ada tim yang akan mendampingi langsung ke kelompok seni/pengrajin. Diharapkan dengan pembinaan ini akan meningkatkan kreatifitas, kemajuan serta kualitas seni di Desa Wijirejo.
Lurah Desa Wijirejo H. Tjipto Widodo yang menerima secara resmi tim tersebut juga menyampaikan bahwa Wijirejo ini sangat potensial untuk dijadikan Desa Wisata Seni dan Religi. Hanya perlu penggarapan yang serius untuk mempersiapkannya. Untuk itu, melalui kegiatan P3 Wilson ini akan menjadikan media untuk pengembangan ke arah Desa Wisata tersebut.
Dalam pertemuan ini juga hadir Ketua Paguyuban Kesenian Pek Bung Tri Manunggal Sari (Agus Wijanarka) yang menyampaikan sekilas profil organisasi pek bung tersebut. Paguyuban seni pek bung telah mendapat pengakuan secara resmi dan teregistrasi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantul. Agus juga memaparkan bahwa kesenian pek bung ini merupakan kesenian adiluhung yang dikhawatirkan akan punah apabila tidak dipelihara. Kelemahan saat ini adalah pelaku senin pek bung masih didominasi pada kelompok tua.
Mendengar paparan Agus tersebut, Edy Subagya langsung menanggapi perlunya segera dirangkul generasi muda sebagai penerus dan pelestari kesenian pek bung. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Eli Irawati dan Luth Lambert (sebagai dosen pembina tim). Mereka mengatakan bahwa salah satu fokus kegiatan tim LPM ISI di pek bung Tri Manunggal Sari adalah mengajak kaum muda untuk bergabung di paguyuban seni tersebut. Semoga kesenian pek bung tetap lestari, siapa lagi yang peduli kalau bukan kita lagi. (aa)
